Dik B 2011

another friend another story

Pengertian, Peranan dan Fungsi Kurikulum

Secara istilah kurikulum (curriculum) berasal dari kata curir (pelari) dan curere (tempat berpacu), dan pada awalnya digunakan dalam dunia olahraga. Pada saat itu kurikulum diartikan sebagai jarak yang harus ditempuh oleh seorang pelari mulai dari start sampai finish untuk memperoleh medali/penghargaan. Kemudian, pengertian tersebut diterapkan dalam dunia pendidikan menjadi sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh oleh seorang siswa dari awal sampai akhir program pelajaran untuk memperoleh penghargaan dalam bentuk ijazah.  

Berdasarkan paparan di atas, dalam kurikulum terkandung dua hal pokok, yaitu: (1) adanya mata pelajaran yang harus ditempuh oleh siswa dan (2) tujuan utamanya yaitu memperoleh ijazah. Dengan demikian implikasinya terhadap praktik pengajaran, yaitu setiap siswa harus menguasai seluruh mata pelajaran yang diberikan dan menempatkan guru dalam posisi yang sangat penting dan menentukan.


Kedudukan Kurikulum dalam Pendidikan

o    Kurikulum mempunyai kedudukan sentral dalam seluruh proses pendidikan. Kurikulum bertujuan sebagai arah, pedoman, atau sebagai rambu-rambu dalam pelaksanaan proses pembelajaran (belajar mengajar). Kurikulum mengarahkan segala bentuk aktivitas pendidikan demi tercapainya tujuan-tujuan pendidikan.
o    Kurikulum merupakan suatu rencana pendidikan, memberikan pedoman dan pegangan tentang jenis, lingkup, dan urutan isi, serta proses pendidikan.
o    Kurikulum merupakan suatu bidang studi, yang ditekuni oleh para ahli atau spesialis kurikulum, yang menjadi sumber konsep-konsep atau memberikan landasan-landasan teoritis bagi pengembangan kurikulum berbagai institusi pendidikan.


Dengan demikian, kurikulum adalah syarat mutlak dalam sekolah. Bagaimana seandanya jika di sekolah tidak terdapat kurikulum? Dalam penjelasan di atas kurikulum mempunyai kedudukan  sentral, sebagai pusat proses pendidikan sehingga apabila tidak ada kurikulum maka proses belajar  mengajar tidak akan mencapai tujuan dengan baik karena di dalam kurikulum berisi rencana pendidikan sebagai pedoman dan juga sebagai bidang studi yang menjadi sumber konsep dan landasan bagi institusi pendidikan


Keterkaitan Kurikulum dan Pembelajaran

Kurikulum dan pembelajaran merupakan dua hal yang tidak terpisahkan, meski berada pada posisi yang berbeda. Saylor (1981) mengemukakan bahwa kurikulum mengemukakan bahwa kurikulum dan pembelajaran bagaikan Romeo dan Juliet. Artinya bahwa berbicara tentang Romeo harus disertai dengan berbicara tentang Juliet. Romeo tidak akan berarti apa-apa tanpa Juliet dan demikian sebaliknya. Tanpa Kurikulum sebagai rencana, maka pembelajaran atau pengajaran tidak akan efektif, demikian juga sebaliknya tanpa pembelajaran dan pengajaran sebagai implementasi sebuah rencana, maka kurikulum tidak akan memiliki arti apa-apa. 

 Oliva (1992) menyatakan bahwa kurikulum berkaitan dengan apa yang harsus diajarkan, sedangkan pengajaran mengacu pada bagaimana cara mengajarkannya. Menurut Oliva kurikulum berhubungan dengan sebuah program, sebuah perencanaan, isi atau materi pelajaran serta pengalaman belaar, sedangkan pengajaran berkaitan dengan metode, tindakan mengajar, implementasi dan presentasi.  

Fungsi Kurikulum

 Adapun fungsi kurikulum dalam pendidikan, yakni:
  • Fungsi Integrasi (the integrating function)
  • Fungsi Diferensiasi (the differenting function)
  • Fungsi Penyesuaian
  • Fungsi Persiapan
  • Fungsi Pemilihan
  • Fungsi Diagnostik 
 Peranan Kurikulum

Kurikulum memiliki peranan yang sangat setrategis dan menentukan dalam pencapaian tujuan pendidikan. Terdapat tiga peranan yang dinilai sangat penting, yaitu :

  • Peran Konservatif
  • Peran Kreatif
  • Peran Kritis dan Evaluatif


Referensi
Tim Pengembangan MKDP Kurikulum dan Pembelajaran Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan. 1996. Kurikulum dan Pembelajaran. Bandung : Universitas Pendidikan Indonesia.
 

0 komentar:

Poskan Komentar